Roma 8:28

Untung sejak kecil ga kaya-kaya amat, jadi naturally hidup ga penuh tuntutan. Harus makan di sini makan di situ, punya ini punya itu.

Untung dulu pas SD ga punya HP bagus, jadi kerjaannya dengerin radio rohani. Dan berguna banget untuk hidup saat ini.

Untung dulu ga lulus Tarnus. Coba lulus, pasti makin jarang komunikasi sama orang tua di tahun pertama. Jarang pulang, padahal papa tinggal sebentar di dunia.

Untung dulu nilai UTS Fisika Dasar 1 44, kalo engga mungkin gabakal mau pemuridan wkwk.

Untung dulu depresinya pas ngerjain TA, ga kebayang kalo pas udah kerja atau pas lagi sibuk kuliah. Gimana cara nangis di tengah-tengah dosen lagi ngejelasin?

Untung dulu Monita ga lulus SBMPTN di tahun pertama. Kalo Monita lulus di ITB siapa yang nemenin mama pas sakit di Jogja?

Untung dulu putus, sekarang dapet Gembala Terbaik. Wkwkw *peace*

Untung dulu sempet depresi bentar, jadi sekarang ngerti harus gimana kalo berhadapan dengan adik PA yang mengalami hal sama.

*

Bisa jadi keburukan hari ini adalah kebaikan untuk beberapa tahun ke depan. What’s your Rome 8:28?

Advertisements

Aku Adalah Anak Gembala (Part 5)

Ga salah baca kok. Emang Part 5. Iya, biar seru kaya Star Wars yang film nya ga urut.

Gadeng, sebenernya karena aku lebih pengen nulis pengalaman yang baru-baru ini terjadi aja. Soalnya berkesan banget. Dann semua hal berkesan ini dimulai dari beberapa hari sebelum IC Makassar kemarin. Eh maksudku expected-to-be-IC kemarin. Yes, IC nya batal.

Continue reading

Raindrops

A traveller thought he had walked so long

Cities, villages

Skyscraper, underground cave

Each brings different story, story he would never forget

 

The traveller thought he has tasted so much

Pain, excitement

Restlessness, joy

He thought he had enough

 

In a cloudy day, he stood tall

Then raindrops fell down

His bare skin recognized the old friend

The same raindrops has come again Continue reading

Soulmate

I don’t believe in one

Because what I thought the one was leaving

And put me in a misery year

 

I kept talking to myself

“It is fine, you’ll find another.”

“Maybe you misheard what God said about him, but it’s fine”

“He has chosen, so have you. Choose to love your life.”

 

But things didn’t get better so I spoke louder

“Damn it can’t you let your feelings go?”

“Will you stop crying like a baby? It’s been like 8 months, and you have to finish your final assignment!”

 

But sometimes myself blames me for more

“Shit, why should you meet him in the first time? Why didn’t you just pass him by, so he didn’t even have any chance to talk to you?”

“IT HURTS! CAN YOU STOP TELLING ME WHAT TO DO? YOU DON’T KNOW WHAT I FEEL!”

Continue reading

5 Alasan Mengapa Loyola Adalah SMA yang Tepat untuk Anak Anda

Loyola bukan segala-galanya, namun segala-galanya berawal dari Loyola.

Itu adalah quotes yang sering saya dengar ketika masuk ke SMA Kolese Loyola Semarang. Waktu itu saya bingung, kenapa orang-orang ini ‘fanatik’ banget sama Loyola. Kayaknya semua sekolah juga sama-sama aja deh. Emang ini sekolah sebagus apa sih.

Well, I was lucky to be there, I just didn’t realize it yet back then.

Tiga tahun berlalu dan setelah lulus saya mulai mengerti alasan di balik quotes itu. Susah sekali dijabarkan, tapi ada perasaan bangga-bahagia-kangen-manis-ceria-haru ketika mendengar nama ‘Loyola’. Perasaan yang sulit dideskripsikan itu coba saya strukturkan, dan semoga setelah membaca artikel ini Anda tahu ke SMA mana Anda akan menyekolahkan anak anda.

  1. Loyola akan membuat masa SMA anak anda tak terlupakan

Masuk ke Loyola bagaikan masuk ke film Alice in Wonderland. Well, para KEKL (Keluarga Eks Kolese Loyola) pasti setuju. Di minggu pertama sekolah, anak anda akan mengikuti rangkaian proses orientasi (re: Popsila). Pada proses ini, anak-anak baru akan berada di sekolah dari siang sampai sore, di pagi hari akan ada materi oleh guru, di siang hari ada materi oleh kakak kelas (re: orator). Yang seru, jelas, adalah kegiatan di siang hari. Murid baru harus mengikuti ‘games’ yang benar-benar menguras mental dan fisik, tapi pada akhirnya tercipta banyak cerita manis yang bisa diingat. Di tiap popsila, kami diajari mars tahun itu yang harus dihapalkan. This march is another interesting stuff. Setelah lewat masa Popsila, kami mulai diajari mars-mars tahun sebelumnya. Saya yang bukan aktivis sekolah aja sampai hapal mars dari Popsila 2007 sampai 2012 wkwkwkwk.

Continue reading