H+42

Mourning

These are another imaginary conversation with me and my observer self regarding all mourning for the loss. It was not an easy road, but yeah, that’s life. Enjoy 🙂

Hi, what’s up?

Hmm, mixed up.

This never occurs in my mind, that coping with loss will be this painful. It’s not an overstating. Faith and encouragement come, but when we fail to look upon God, heavy mood begins to enter the heart. The tug-of-war between these extremes (faith and mood) is unavoidable, and often exhausting. It’s like you experience personal explosions inside your body, day by day, unseen by the other people. Terribly exhausting.

Continue reading

Terima Kasih !

The loss of loved one is a huge deal, especially when she accounts for 50% of your existence reason. When we couldn’t stand, we thank God for every supportive hand, every encouragement, every text message, every call, every shared tears, and every wise advice. Those really help us to face the future.

My deepest gratitude belongs to:

Continue reading

Trophy

Revenue, followers,

Traffic blog, good score,

Gems, rank,

Asset, children

 

Things you glance at every day

Which draw smile on your face

Pride in your eyes

Insecurity in your heart

 

Things you fear of losing

Maybe it defines your self worth

Perhaps it drives you compete with others

Even makes you neglect the rest of the world

 

But trophies do not last forever

Neither does the owner

All things will fade away

For the real world isn’t the world that we see

 

Can you go beyond the horizon?

When clock stops and what remains, remains

Fractals resembles, unfolding second and space

Another sun comes, the beginning and the last

 

We aren’t the prey of our own flesh, we aren’t the prey of time

We are three, in one

One may be mortal, yet the two are eternal

The first will get back to its home, while the other will smile endlessly

 

A good investor invests in something undecayed

“Do not store up for yourselves treasures on earth, where moths and vermin destroy, and where thieves break in and steal.”

Heart is wicked

“When you fast, do not look somber as the hypocrites do, for they disfigure their faces to show others they are fasting. Truly I tell you, they have received their reward in full.”

 

Nobody can tell their own real trophy, since it is hidden up above

Beware, what are yours?

When God Calls

Panggilan Tuhan seringkali terjadi di saat yang menurut manusia ngga tepat. Abraham dipanggil saat ia sedang mengembangkan bisnisnya. Daud dipanggil waktu ia masih sangat muda, 16 tahun, bayangkan!

Panggilan Tuhan secara spesifik terjadi pada hidup saya minggu lalu. Saat itu terjadi, saya teriak-teriak. Saya ga mau.

Saya udah tata timeline hidup saya, dan jika saya ikuti panggilan itu, ada kemungkinan timeline yang sudah saya atur sempurna itu jadi berantakan.

Dan benar saja. Tiga hari lalu saya diyakinkan bahwa memang akan berantakan.

Continue reading

Singing at The Edge of The Earth

ike.png

Let me introduce one of my close friends at this college phase.

Eunike Victory, who currently lives in Kupang, being a volunteer to look after the disciples of our ministry there.

She is not that dark, actually. Pardon my laptop camera. This is the better (real) look of her.

ike2.PNG
Don’t fall in love with her immediately. She has a Guardian.

Continue reading

Perjalanan Spiritual

Setahun belakangan saya seperti berada dalam sebuah perjalanan spiritual, berada di antara skeptisme-adorasi-kebingungan-kemarahan-kompromi-gelap-terang-konklusi, dan akhirnya berakhir pada satu hal : saya tidak mengerti. Dalam ketidakmengertian saya, ada suatu hal aneh yang muncul, saya lega karena saya tidak mengerti.

Di akhir perjalanan (yang sebenarnya mungkin merupakan awal), suatu sense akan kebesaran, hikmat yang tak terselami, dan kasih yang menenggelamkan dari sesuatu tak terhingga mulai merebak. Kesombongan akan kemahatahuan yang selama ini melekat mulai pudar, saya jadi mulai mengerti seperti apa rasanya rendah hati. Sesuatu (Seseorang) yang selama ini hanya terpersepsikan mulai mengundang saya masuk ke rumah.

Dan di sinilah saya,

melihat yang tak terlihat, mendengar apa yang belum pernah saya dengar, dan akhirnya, saya menemukan-atau ditemukan-Kenyataan. Roh saya berpadu dengan Roh-Nya.

Kebenaran, satu-satunya hal yang nyata. Waktu yang melintas membuat segala sesuatu menjadi tidak pernah nyata, tidak ada masa sekarang untuk segala sesuatu di bawah matahari. Ketika waktu melintas, yang ada hanyalah masa lalu dan masa depan. Kenyataan adalah hal yang sebenarnya, hal yang berada di masa sekarang.

Mengenal Tuhan adalah perjalanan tiada akhir. Menyesakkan sekaligus mendebarkan, menjadikan marah sekaligus tercerahkan. Mengenal Tuhan seperti menggapai suatu kemustahilan. Bagaimana engkau bisa menerima hal yang tak terhingga di dalam sejumlah sel tubuhmu? Di tengah jalan memang akan selalu terdapat kegelapan, namun perjalanan ini sungguh berharga. Meskipun pada akhirnya saya akan tiba pada kesimpulan bahwa saya lebih tidak mengerti, setidaknya saya sadar saya lebih dekat satu inci kepada-Nya.

(tulisan kacau yang menjadi pengingat bahwa saya masih berada jauh di belakang)