Words and Moment (TH series)

Yaaa setelah hampir enam bulan~

Gombal-gombalan berubah menjadi real world conversation. Tapi tetep epic dong. Oke, berubah jadi epic real world conversation.

Dah yuk.

*

(Waktu belom kasih jawaban, intro)

M : Yakin gamau mundur? Aku disorganized banget loh. Sekarang aja udah ngerepotin kan.

H : Kan bolanya sekarang di kamu

M : Ya kan bisa diambil lagi kalo gajadi.

H : Haha.. Emang jago ya kamu kalo beginian. Continue reading

Advertisements

Manajemen Rekayasa Industri Setelah Lulus

Dua minggu abis wisuda aku memulai hari pertama sebagai seorang Marketing di perusahaan leasing. ORIX namanya. Ini perusahaan dari Jepang dan udah ada di puluhan negara di dunia. Dan gaji nya lumayan untuk ukuran Makassar. Kalo udah permanen bisa lah dapet di atas 5.

Sebagai marketing, aku belajar untuk approach customer, analisis kelayakan bisnis mereka buat didanai, dan membuat report ke manajemen sampai approve. Di sini BANYAK BANGET yang bisa dipelajari, terutama ilmu berbagai macam bisnis (mainly alat berat dan Truck sih): kontraktor, rental HE, PO bis, distributor pertamina, distributor FMCG/sektor bisnis lain, dan pertambangan. Seruu pisan.

Ilmu MRI yang kepake adalah Ekonomi Teknik buat ngerti konsep bunga dan Manajemen Keuangan (yang ini matkul pilihan sih, untung dulu ambil wkwk).

Enam bulan kemudian aku resign dan bergabung dengan kontraktor lokal di Makassar. Gajinya yah cukup lumayan, meskipun lebih tinggi di tempat sebelumnya. Tapi di sini dikasih mess dan ada dapur dan stok beras jadi hidup lebih terjamin wkwk.

Di sini aku jadi cost control, yang mengawasi produksi dan pengeluaran. Belajar banyak banget logika bisnis, juga istilah-istilah sipil. Salah satu kerjaan ku bikin analisis perbandingan metode kerja kayak gini:

yeah

yeah 2

Continue reading

Aku Adalah Anak Gembala (Part 5)

Ga salah baca kok. Emang Part 5. Iya, biar seru kaya Star Wars yang film nya ga urut.

Gadeng, sebenernya karena aku lebih pengen nulis pengalaman yang baru-baru ini terjadi aja. Soalnya berkesan banget. Dann semua hal berkesan ini dimulai dari beberapa hari sebelum IC Makassar kemarin. Eh maksudku expected-to-be-IC kemarin. Yes, IC nya batal.

Continue reading

Aku adalah Anak Gembala (Part 1)

Hai guys. Post ini adalah janjiku ke puluhan orang yang nanya : Ngapain kerja di Makassar?,  yang biasanya cuma kujawab: Panjang ceritanya om/tante/mbak/kak/ko/ci/bang/dek.

Mungkin udah agak basi yah haha udah lewat setaun ini. Bodo amat. Mending telat daripada enggak sama sekali kan.

Yuk mulai.

*

Well, om/tante/mbak/kak/ko/ci/bang/dek, semua dimulai saat aku KP tiga tahun lalu. Udah lama banget yah? Iya emang ini bakal kayak Tersanjung, berepisode-episode. Ok lanjut. Continue reading

Altar alters

“Mel selevel kamu harusnya bisa dapet kerjaan yang lebih sih”

“Ga kepikiran buat pindah dari Makassar?”

*

I know, guys. Been thinking about this a whole week, and praise God He gives me more than I needed.

Hey, sori kalo lompat. Mungkin banyak yang belum tau kalo saya resign dari kerjaan lama. Kenapa resign? Well there’ll be another post to explain. Dan resmi diri ini jadi pengangguran, yang tak lepas dari kegalauan. Eaa. Saya melewati kok masa-masa “apakah aku cuma bisa belajar aja di sekolah dan ga cocok kerja”, “kenapa aku udah effort banyak dan tetap ga bisa perform”, “salah ga sih aku resign”, “kerjaan mana lagi di Makassar yang seenak kerjaan kemarin”, “sekarang kamu mau ngapain coba Mel”, dsb dsb. Pikiran-pikiran jelek yang mengusik gambar diri terus menggantung di atas kepala. Continue reading

9 Kenangan Manis di Bawah Langit Makassar

Post ini harusnya udah published 2 taun lalu, pls forgive my procrastination guys. Mood is a very good friend but the worst enemy, huft. And now after all mess and furious in this life (sok-sokan banget berasa hidup udah paling susah sedunia wkwkwk), finally I could sit in a beatiful coffee shop, put my self together, and start writing.  This is the second part of my KP story, if you want to read the first, click this link: Makassar, Here I Come!. Welcome aboard.

1. Melihat Langit.
Seriously, Mel. What is the sweet part of just “Melihat Langit?” you may ask. Well, I’m serious. Langit Makassar tuh yah, kayak kanvas yang dilukis sendiri sama Tuhan. Bagus, cantik, dan beda-beda tiap hari. Take a peek here. Continue reading

Our Life – Before and After

Before

Sejak sepuluh tahun lalu mama terkena diabetes.

Tahun 2016, Monita masuk ke tahun keduanya di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Monika masuk tahun ketiganya di Pertambangan ITB, sedangkan saya masih mengerjakan tugas akhir di Manajemen Rekayasa Industri ITB. Mama adalah seseorang yang tidak bisa sendirian, jadi mama sering berpindah-pindah dari Jogja, Solo, Sukoharjo, dan Kudus.

Oktober 2016, mama kena stroke ringan. Waktu denger kabarnya, saya nangis berat, takut mama ga bisa sampe saya wisuda. Setelah diperiksa, ternyata kreatinin dan ureum mama tinggi, tapi masih dalam kondisi aman.

Continue reading