Manajemen Rekayasa Industri Setelah Dua Setengah Tahun Bersama

Artikel ini dibuat oleh Kak Risjazidien Zakaria, MRI 2011. Ini Kak Rija:

kak rija

Yuk langsung mulai~

Semester 7 di MRI adalah salah satu semester yang mahasiswanya cukup dipenuhi oleh tugas dan disaat bersamaan harus memikirkan mengenai tugas akhir yang akan diambil serta pelaporan kerja praktik. Semester ini unik karena kita tidak hanya berhubungan dengan akademik di kampus saja tetapi banyak berhubungan dengan pihak diluar kampus terutama perusahaan-perusahaan.

Mata kuliah yang berada di semester 7 kebanyakan berbentuk capstone courses (mata kuliah yang perlu menggabungkan kemampuan mahasiswa dalam beberapa mata kuliah sebelumnya), dan melihat struktur semester 7 yang merupakan semester dengan mata kuliah wajib terakhir hal ini cukup masuk akal.

Mata kuliah yang diambil pada semester 7 adalah analisis risiko dan kelayakan usaha, pembiayaan proyek, tugas akhir 1, proyek rekayasa interdisiplin, serta kerja praktik. Dengan mata kuliah yang tidak wajib adalah elemen mesin dan msdm.

Analisis risiko dan kelayakan usaha adalah mata kuliah yang berfokus pada melihat kelayakan sebuah bisnis/usaha yang akan dibuat, perlu diingat bahwa bisnis atau usaha ini tidak harus berupa startup company, bisa saja merupakan sebuah kegiatan diversifikasi dari sebuah perusahaan yang sudah ada untuk memperluas usahanya. Dalam kelayakan usaha baru ini banyak faktor yang harus dilihat dimulai dari segi pasar, industri yang akan dimasuki, teknologi yang diperlukan, hingga risiko yang ada dalam pembuatan usaha baru ini. Akhir dari kuliah ini kita diminta mempresentasikan produk/ide usaha kita, membawa prototipe dari barang tersebut, dan presentasi tersebut dilakukan selayaknya kita mempresentasikan ide kepada calon penanam modal (venture capitalist).

Pembiayaan proyek adalah mata kuliah yang berfokus pada sisi finansial dari sebuah proyek. Bagi mahasiswa yang menyukai finansial, maka mata kuliah ini cukup menyenangkan karena banyak mengenalkan bahasa-bahasa finansial kepada mahasiswa MRI. Inti dari mata kuliah ini adalah memperkenalkan cara mendatangkan pembiayaan untuk proyek(pinjaman, penanaman modal.), terutama proyek-proyek yang memerlukan uang besar, salah satu prinsipnya adalah “kalau dana bisa datang bukan dari uang kita sendiri, maka janganlah memakai uang kita sendiri”. Yang menarik dari mata kuliah ini adalah banyaknya studi kasus dan contoh kasus yang diberikan serta dibahas di dalam kelas, sehingga memberikan gambaran lengkap terhadap pembiayaan proyek.

Kerja praktik sendiri pada semester 7 terlihat seperti mata kuliah “hantu”, karena kelasnya tidak ada dan yang harus dilakukan hanyalah presentasi kepada dosen penguji dan pembimbing KP.

Tugas akhir 1 mengajarkan kepada kita mengenai ada itu proposal penelitian, tata cara membuat bab 1-3 dari tugas akhir nantinya, walaupun sekilas terlihat membosankan, mata kuliah ini bila didengarkan dan diikuti langkah-langkahnya dengan baik akan sangat membantu mempercepat pembuatan tugas akhir. Hasil akhir dari mata kulia ini adalah bab1-3 TA baik menggunakan objek khayalan ataupun nyata. Banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan TA dengan cepat karena saat TA 1 sudah memiliki objek dan topic yang sesuai, sehingga cukup dilanjutkan setelah TA 1 selesai.

Secara keseluruhan semester 7 tidak memberikan terlalu banyak konten secara mata kuliah, namun terasa penuh karena banyaknya tugas yang diberikan dan laporan-laporan baik dari KP hingga ke proposal TA. Semester 7 juga adalah semester dimana mahasiswa MRI sekelas bersama-bersama untuk terakhir kalinya, karena semester 8 sudah tidak memiliki mata kuliah wajib.

Untuk semester 8 mata kuliah wajib sudah habis, tetapi masih ada beberapa mata kuliah pilihan yang saya ambil seperti sistem pengadaan dan outsourcing, perancangan, dan rekayasa finansial.

Sistem pengadaan dan outsurcing (SPO) adalah mata kuliah yang belajar mengenai sistem pengadaan secara umum. Sistem ini dapat dipakai dimanapun, baik proyek, bisnis sehari-hari, hingga ke kepanitiaan. Di SPO kita belajar mengenai jenis-jenis pengadaan, hal-hal yang harus diperhatikan mengenai pengadaan, hingga ke kontrak yang akan kita pakai dan pembuatannya. Di SPO salah satu hal yang paling melekat adalah 3s, yaitu safety, safety, dan safety. Dimana keamanan adalah hal nomor satu, maka dari itu kita harus memastikan bahwa pengadaan ini harus “dipagarkan”, tidak membiarkan ruang untuk persepsi yang berbeda antara kedua belah pihak. Mata kuliah ini sangatlah menarik dan berguna serta sangatlah aplikatif.

Rekayasa finansial belajar mengenai bagaimana cara memakai pasar derivative untuk membantu mengamankan keuangan dari perusahaan. Tujuan dari mata kuliah ini bukanlah untuk mengajarkan bagaimana cara berspekulasi, namun lebih kepada cara meminimisasi risiko yang timbul dalam transaksi atau operasi yang dilakukan oleh perusahaan. Bagi yang tertarik finance mata kuliah ini sangatlah menarik karena kita belajar secara parsial cara kerja finansial di perusahaan selain dari sisi akuntansinya saja, dan mata kuliah ini membuka banyak ruang bagi pengembangan strategi menggunakan financial engineering itu sendiri.

So, that’s it. *Belum bisa ngasih link atau komentar apa-apa soalnya belum menjalani semester 7 dan 8, mungkin taun depan bakal ada tambahan komentar dari saya 😀

Have a nice day guys! 🙂

P.S. Thanks a lot to Kak Rija, sukses terus buat ke depannya Kak!

Advertisements

One thought on “Manajemen Rekayasa Industri Setelah Dua Setengah Tahun Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s